
hujan…
bukan air yang
jatuh kali ini
tetapi rindu
tanah leluhur
yang menebal
menggelayut
di pucuk pucuk
akar menetes
di hati


hujan…
bukan air yang
jatuh kali ini
tetapi rindu
tanah leluhur
yang menebal
menggelayut
di pucuk pucuk
akar menetes
di hati
Comments Off

**********************************
Kegelisahan ku
mengambang dalam
waktu
dalam detik detik
yang terus berjalan
tanpa arah
tanpa tahu tujuan
Kegelisahan ku bergelayut
pada akar akar pohon kering
di penghujung
musim kemarau
menanti butir butir
embun
membasahi tanah
Agt-//
*********************************

:buat erni
(yang datang membawa bayang bayang)

sepotong doa
telah ku siapkan untuk
bekal perjalanan ku malam ini
kemana hasrat mesti kubawa
tubuh
dan sukmaku yang letih
terduduk dipersimpangan
antara ragu
antara rindu
kutelan separuh doaku
tubuh dan sukmaku bangkit
menawarkan rindu
:harus kuselesaikan perjalanan mimpi ini
sebelum pagi jadi
dan matahari menyesatkan langkahku
separuh doa kusimpan dalam saku
untuk kuberikan padamu
kalaupun hari cepat jadi pagi
kuharap doa ku tak jadi basi
(Agustus 1994)

merah
mimpiku memburat
di bulan, dan
malam yang ku lewati terasa menjadi
lebih panjang.
puisi (jan 1994)