Arsip untuk ‘Kertas Hati’ Kategori

Post

Mencari Kebahagiaan Hidup

In Kertas Hati on 5 Juni 2009 oleh nurHartato

Dalam mencari Kebahagiaan Hidup, dalam esensi kearifan lokal khususnya jawa, wong urip iku kudu ngerti  :

Sopo sing paring urip…

Sopo sing ngurip-urip…

Sopo sing nguripi…

lan…. opo sambekalaning urip…

“Sing paring urip” , yang memberi hidup itu Gusti Allah, menurut agama dan kepercayaan masing-masing, karena itu kita harus tahu bagaimana berterima kasih (bersyukur) kepada-Nya.

“sing nguripi urip”, yang merawat hidup adalah orang tua, karenanya itu anak harus berbakti kepada orangtua.

“sing nguripi urip”, yang menghidupi hidup kita adalah bumi, bisa berarti tempat (lingkungan tinggal/kerja) kita hidup, dengan siapa kita hidup, karena itu kita harus ingat kepada alam beserta isinya dan sesama kita.

lalu apakah “sambekalaning irup”, hambatan-hambatan hidup, apapun yang membuat kita celaka (bisa dibaca serakah)  yaitu : 3 ta yang dianggap sebagai pencapaian kebahagiaan.

Orang hidup bisa merasa bahagia hanya kalau tahu, bagaimana berterima kasih, mensyukuri apa yang dimiliki….  dan selalu berpegang  3 pegangan hidup . yaitu “ngrumongso handarbeni, wajib angrungkebi, lan mulat sariroangrosowani” (merasa memiliki, harus bertanggungjawab dan berkehendak/bertindak melestarikan)

sepenggal catatan buat saya sendiri, yang disarikan dari tulisan Harian KOMPAS tanggal 4 Juni 2009 artikel SOSOK oleh Maria Hartiningsih dan Gesit Aryanto.

 

Comments Off

Post

Tips Memulai Hari dengan Cerah

In Kertas Hati on 26 September 2008 oleh nurHartato Ditandai:

Hari yang cerah bukan ditandai dengan matahari yang bersinar terang atau udara yang sejuk, melainkan dari hati dan pikiran yang segar. Kecerahan suatu hari dimulai dari diri anda sendiri. Kita tahu bahwa sesuatu yang dimulai dengan baik merupakan separuh dari pencapaian tujuan.
Karena itu, memulai aktivitas hari ini dengan kecerahan suasana adalah modal besar untuk menyelesaikan hari dengan baik pula. Bagaimana memulai hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup kita.

Berikut beberapa tips ringan agar kita bisa memulai hari dengan cerah.

1–Mulailah dari malam hari.
Kita tak bisa berharap bangun dengan segar jika di malam harinya tak cukup tidur nyenyak. Hari esok yang cerah dimulai dari malam ini. Bila anda masih mempunyai masalah, yakinlah masih ada waktu esok untuk menyelesaikannya lebih baik lagi. Malam ini, beristirahatlah sebaik-baiknya.

2–Bangun pagi lebih pagi.
Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari. Jumpai keheningan dan kesunyian. Pagi buta adalah saat yang tepat untuk menemukan sisi damai dalam diri anda.

3–Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa
Jangan terburu melakukan aktivitas. Resapi saja suasana pagi yang damai ini. Berdoa,sampaikan syukur atas hidup yang masih diberikan pada kita dan bersaat teduh.

4–Segarkan tubuh.
Minum air. Hirup aroma tea atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru. Lakukan olahraga ringan, Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik. Tetaplah mengingat janji anda tadi pagi untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semesta hari ini.

5–Dapatkan sarapan secukupnya.
Isi perut anda secukupnya. Sarapan yang baik adalah modal untuk kebugaran tubuh anda sepanjang hari. Jangan asal kenyang, namun cukupkan kebutuhan energi dan gizi.

6–Sapalah orang-orang yang anda jumpai.
Terbarkan senyum. Tak peduli apakah matahari bersinar cerah atau mendung menggayut, sapalah orang-orang yang anda jumpai. Tanyakan kabar mereka, maka jangan terkejut jika mereka pun akan membalas senyum anda.

7–Jangan mengeluh
Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan macet, kereta datang terlambat, kendaraan mogok, atau apa pun yang terjadi, terimalah semua itu apa adanya. In everything, give thanks.

Selamat bekerja serta selamat bercerah hari

Post

Membuka Helai-Helai Mawar

In Kertas Hati on 22 Agustus 2008 oleh nurHartato

****************************************************************************************

Membuka Helai-helai Mawar

Kuncup mawar

Hanyalah kuncup mawar mungil,
sekuntum bunga indah ciptaan Tuhan;
namun demikian, aku tak dapat membuka helai-helai bunganya,
dengan tangan-tanganku yang kikuk dan canggung.
 
Rahasia membuka helai-helai bunga,
aku tak mengetahuinya;
Tuhan membuatnya mekar menakjubkan,
sementara di tangan-tanganku, ia layu lalu mati.
 
Jika aku tak dapat membuka helai-helai kuncup mawar,
bunga indah ciptaan Tuhan,
bagaimana mungkin aku berpikir bahwa aku memiliki kebijaksanaan,
untuk membuka lembar-lembar hidupku?
 
Jadi, aku mengandalkan bimbingan-Nya,
setiap saat, setiap hari;
aku datang mohon tuntunan-Nya,
dalam setiap langkah melewati jalan ziarah.
 
Jalan yang terbentang di hadapanku,
hanya Bapa Surgawi yang tahu;
aku mengandalkan-Nya untuk membuka lembar-lembar waktuku,
seperti Ia membuka helai-helai mawar.

***************************************************************************************

 

Post

Sampah berkedok barang rongsokan

In Kertas Hati on 11 Agustus 2008 oleh nurHartato

Saya termasuk orang yang senang menyimpan barang-barang lama, dengan alasan “dibuang sayang”, atau “mungkin suatu saat saya akan memerlukannya”, atau “barang ini punya kenangan khusus bagi saya”.
Sehingga jujur, rumah saya penuh dengan barang-barang lama, yang mgkn setengah rusak, bahkan rusak atau tidak terpakai lagi bertahun-tahun.

Terkadang, apabila ada barang yang rusak, saya tidak akan membuangnya, akan tetap saya simpan, dengan niat, akan saya perbaiki….namun nyatanya, tidak pernah saya perbaiki :)
Terkadang, bila membereskan rumah, saya mengumpulkan barang-barang yang tidak diperlukan, dengan dalih, nanti akan saya sortir kembali, apakah benar barang-barang tersebut sudah tidak dapat digunakan sama sekali….namun nyatanya, saya tidak punya cukup waktu untuk membuka kembali kotak / kantong tempat saya menampung sementara barang-barang tersebut.

Lama kelamaan, saya merasakan rumah saya penuh sesak.
Lama kelamaan, saya mulai kesulitan mencari tempat untuk menyimpan barang-barang lain yang masih berguna.
Lama kelamaan, saya merasa barang-barang tua itu menimbulkan masalah.
Tumpukan barang rongsokan mulai mengundang makhluk kecil berwarna hitam berjulukan “mickey mouse”…. :-)
Tentu nya ini bukan makhluk menyenangkan dari Disney World….ini makhluk menyebalkan yang dapat membawa penyakit.

Rasanya, sudah waktunya bagi saya untuk sungguh-sungguh membereskan masalah “rongsokan-sampah” ini di rumah saya.

Hal yang serupa, terjadi di “rumah hati” saya.
Ada banyak hal, banyak kenangan dan banyak orang berseliweran dalam hidup saya…menari-nari dipikiran saya, dan nongkrong di rumah hati saya.
Sebagian masih menjadi present tense bagi saya,
Sebagian present continuous tense,
Namun sebagian lagi sudah menjadi past tense bagi saya.
Setelah menyadarinya, saya menemukan analogi rumah hati saya dan rumah saya..
Analogi hal-hal yang berseliweran dalam hidup saya dan barang-barang rongsokan lama saya.
Tanpa saya sadari, kenangan lama yang buruk, yang mgkn saya harap dapat berubah menjadi baik…masih bertenggeran bertahun-tahun dalam rumah hati saya.
Tanpa saya sadari, orang-orang yang seharusnya menjadi “tokoh sejarah” bagi saya, ternyata masih saya anggap dan perlakukan sebagai “tokoh masa kini”.
Tanpa saya sadari, kenangan lama atau orang-orang yang menjadi “rongsokan” dalam hidup saya, masih tetap saya simpan, dengan harapan bisa saya perbaiki suatu saat….tanpa saya pernah sadari bahwa “rongsokan” tersebut sebenarnya hanyalah “sampah” yang tidak berarti…rongsokan itu sudah tidak dapat diperbaiki sama sekali.
Beberapa “rongsokan” itu bahkan sudah menjadi “sampah” yang menimbulkan masalah bagi saya…
menjadi sumber “penyakit” bagi saya… membuat “luka” bagi saya.
Seperti niat saya membersihkan rumah saya dan menyortir barang-barang saya dari barang-barang tidak berguna, demikian pula yang saya lakukan dengan “rumah hati” saya.

Niat : saatnya bagi saya membuang “sampah” yang semula saya kira barang rongsokan yang masih dapat diperbaiki.
Karena ternyata “sampah” ini sudah menjadi masalah bagi saya…sudah membuat saya sakit.
Menyedihkan ketika harus membuang barang tua yang telah sekian lama berdiam di dalam rumah, meskipun terkadang, kehadirannya pun jarang terasa…namun saya seakan tahu, bahwa barang itu ada disana, pada tempatnya dan bersama saya bertahun-tahun.

So… 

(deta:Friendster)