nurhartato

Archive for the ‘Kertas Arisan’ Category

Arisan Keluarga :sebuah intermezzo

Posted by: nurHartato on: 22 Oktober 2008

Arisan Keluarga (sebuah intermezzo)
Salam Damai Tuhan,
Saudara-saudara ku terkasih…
Tak terasa beberapa periode arisan keluarga, telah kita lewati bersama dengan segala kekurangan dan kelebihannya, kepengurusan nya pun telah berganti dengan gaya dan karakter masing-masing.
Banyak suka yang telah kita rasakan, banyak duka pula yang sudah kita lewati, ada yang datang dan ada yang pergi.
Meskipun demikian, Kebersamaan ini diharapkan [...]

outbond, laptop dan tanggung jawab ? = “rasa”

Posted by: nurHartato on: 2 Oktober 2008

 
beberapa hal yang harus, dan terus di ingatkan adalah komitmen dan peran serta masing-masing individu dan keluarga, untuk kemajuan bersama,
bukan sarana yang paling diutamakan, tetapi “rasa” untuk saling peduli dan memiliki,
 
karena “rasa” apapun itu manis, pahit, sepet, segar, sakit, panas, dingin, hangat dsb, kalau bisa meramu nya akan terasa  enak.
dan meramu masing-masing “rasa” menjadi kesatuan [...]

Sharing, dalam pertemuan

Posted by: nurHartato on: 2 Oktober 2008

—–Original Message—–
From: nurcahyo hartato [mailto:nhartato@yahoo.com]
Sent: Wednesday, September 24, 2008 4:38 PM
To: tdn; anton sapta; Antonius Priantoro; Florentina Ekasari;
priyantoro; Yusuf_munthe@yahoo.com; lucia_evi30@yahoo.com
Subject: RE: aRisan
ya… sharing memang bukan perkara mudah
setidaknya bagi saya:)
yang baru belajar memberikan pendapat
(harusnya belajar dari dulu ya…)
bagus pak…
dan saya juga masih menyimpan walaupun gak pernah di baca lagi
kebanyakan dari kita(saya) memang sifatnya angot2an ya…
seperti saya, [...]

Tag:

Ide, Komentar, Arisan Keluarga

Posted by: nurHartato on: 2 Oktober 2008

Berawal dari corat coret di kertaskecil, mengenai arisan keluarga, juga pernah dibacakan pada satu kesempatan pertemuan arisan di pulomas, tercetus tanggapan, ide yang positif, yang tentunya bertujuan untuk kemajuan arisan itu sendiri.
Wednesday, September 24, 2008 11:52 AM
> > Salam,
> > teringat sepintas lalu saya berpikir
> > mungkin lebih indah jika waktu kita berjumpa
> > masih ada ilmu [...]