Umat Paroki St. Kristoforus Jelambar – Jakarta Barat, pantas berterima kasih kepada segenap warga sekitar Stasi St. Polikarpus Grogol atas dukungannya sehingga gedung Gereja Stasi St. Polikarpus mendapatkan Surat IMB dari Pemda DKI belum lama ini. Sebenarnya, usaha untuk mendapatkan izin itu sudah dimulai sejak tahun 2003. Barulah diawal tahun 2009 ini, izin itu dikeluarkan berkat keterlibatan semua pihak. Sebagai tanggapan, panitia pembangunan gereja baru itu segera menggulirkan berbagai program kongkrit yang melibatkan semua umat. Menurut rencana panitia, pembangunan gedung Gereja St. Polikarpus sudah harus diselesaikan pada Desember 2010.
Menilik perizinan pembangunan gedung gereja itu, pikiran saya teringat dengan kutipan dari 1 Raja-Raja 8:18-20 tentang pembangunan Bait Allah. Dikatakan Tuhan kepada Daud, “Engkau bermaksud mendirikan rumah untuk nama-Ku dan maksudmu itu memanglah baik; hanya bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah itu, melainkan anak kandungmu yang akan lahir kelak, dialah yang akan mendirikan rumah itu untuk nama-Ku.’
Bagi saya pribadi, teks ini memiliki dua pesan. Pertama, kita kadang-kadang ingin mengungkapkan rasa syukur kita dengan memberikan sumbangan untuk membangun rumah ibadat, tetapi saat dan waktunya belum tiba. Kini, saatnya di mana rasa syukur kita itu dapat diwujudkan dengan pembangunan gedung Gereja St. Polikarpus ini. Kedua, rumah ibadat itu dibangun dalam bingkai historis tertentu (hubungan kekeluargaan). Oleh karena itu, pembangunan gedung Gereja St. Polikarpus bukan hanya menjadi tanggung jawab umat Paroki St. Kristoforus, tetapi tanggung jawab semua umat Katolik, secara khusus umat Katolik yang mempunyai ikatan historis tertentu dengan Gereja St. Kristoforus seperti Gereja BHK Kemakmuran, Gereka Damai Kristus Kampung Duri, Gereja St. Andreas Kedoya, dan Gereja-gereja tetangga yang menjadi cikal bakal berdirinya maupun pengembangan Gereja St. Kristoforus.
Di lain pihak, saya pun terkesan dengan surat Rasul Paulus kepada umat di Korintus tentang makna pembangunan gedung gereja, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu” (1 Kor 3:16-17)
Benar bahwa tempat ibadat atau bait Allah bukan berarti tempat atau gedung saja, melainkan terutama dan pertama-tama adalah diri kita sendiri yang telah dipermandikan dalam nama Yesus. Jika “Roh Allah diam di dalam diri kita” sehingga kita menjadi bait Allah – tempat mana Allah bersemayam melalui Roh Kudus-Nya. Maka, saya yakin bahwa dukungan dan bantuan semua umat beriman di mana saja terhadap pembangunan fisik gedung gereja baru ini adalah ungkapan kesadaran bahwa kita semua adalah saudara seiman dalam nama Yesus, sang Juru Selamat kita.
Adalah sangat diharapkan, jika setiap umat di mana pun, terutama para donatur, umat se-Keuskupan Agung Jakarta, tergerak hati untuk ikut memberi andil dalam membangun kehidupan umat Stasi St. Polikarpus Grogol – Jakarta Barat ini, kami sediakan nomor rekening atas nama : Yohanes Purwanto or Harris Gunario, BCA Cabang Tomang-Jakarta, 458 0306867. Apapun bentuk sumbangannya dari Anda, kami senantiasa menyambut dengan senang hati. Tuhan memberkati dan membalas segala kebaikan yang Anda berikan.
Adharta Ongkosaputra – Panitia Pembangunan Gereja St. Polikarpus Grogol – Jakarta Barat
Sumber : HATI BARU NO. 04 , TAHUN XII, APRIL 2009










