Menjadi Keluarga Kristen Sejati

Dari,
Arisan keluarga tanggal 11 Januari 2009

Dalam keriuhan perbincangan dan tetesan hujan yang cukup deras ada sedikit yang saya catat, tapi besar maknanya buat perjalanan saya.

Ada yang perlu dibenahi dalam diri saya, khususnya keluarga saya (kita masing-masing) menjalani tahun 2009.
Point paling utama tetap menjunjung tinggi yang namanya “kebersamaan” dalam keluarga : antara ayah, ibu dan anak. Karena dalam kebersamaan suasana apapun susah/senang akan bisa dirasakan bersama, susah bukan lagi kesusahan diri sendiri, juga senang bukan hanya di rasakan sendiri.

Sebagai keluarga yang meng-iman-i Yesus sebagai satu-satunya pokok dalam menjalani hidup, perlu kiranya saya/kita berusaha terus menjadi keluarga Kristen yang sejati.
Lantas bagaimana menuju (menjadi) Keluarga Kristen Sejati ?

Rasul Paulus dalam suratnya kepada umat kristiani  di Efesus mengatakan,
“rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus” Efesus 5 : 21
(baca juga ayat-ayat berikutnya).

Secara jelas  dikatakan menjaga kebersamaan dalam suatu keluarga / sesama  dan tetap berjalan dalam terang ajaran Kristus, sebuah keluarga akan menghasilkan buah-buah roh(Galatia 5:22,23) seperti yang dikehendaki oleh Kristus, menjadi keluarga kristen sejati.

selamat menjalani tahun 2009.