Arsip untuk 2009

Post

Bagi yg anaknya yg sudah pintar ber-online.

In kertas Keluarga on 10 Agustus 2009 oleh nurHartato

Bagi yg anaknya yg sudah pintar ber-online. Tlg diperhatikan.

WAJIB DIBACA SEMUA ORANG TERMASUK YANG PUNYA ANAK-ANAK !

 

Setelah melemparkan buku-bukunya di sofa, dia mengambil camilan dan mulai online. Dia log-on dengan nama ByAngel213. Dia memeriksa daftar sambungan yang masuk, ada yang bernama GoTo123 juga sedang online. Dia mengirimkan pesan :

 

ByAngel213: Hi. Aku senang kamu online! Aku pikir ada seseorang yang mengikutiku pulang dari sekolah hari ini. Itu mengerikan!

 GoTo123: LOL (Laugh Out Loud = Ketawa Ngakak). Kamu kebanyakan nonton TV. Kenapa orang mengikuti kamu? Bukankah kamu tinggal di perumahan yang aman?

 ByAngel213: Tentu saja. LOL (Ketawa Ngakak). Aku rasa itu hanya pikiranku saja, karena aku tidak lihat seorang pun.

 GoTo123: Kecu ali kamu menuliskan namamu saat online. Kamu tidak lakukan itu khan?

 ByAngel213: Tentu saja tidak. Aku tidak sebodoh itu, tahu.

 GoTo123: Apa kamu bermain softball sehabis sekolah hari ini?

 ByAngel213: Ya, dan teamku menang !!

 GoTo123: Itu hebat! Team siapa yang kamu mainkan?

 ByAngel213: Kita mainkan team Hornets. LOL (Ketawa Ngakak). Seragamnya keren banget! Mereka seperti lebah. LOL

 GoTo123: Apa nama teammu?

 ByAngel213: Canton Cats (Kucing2 Canton ). Ada gambar cakar harimau di seragam kita. Pokoknya keren.

 GoTo1 23: Kamu pelempar bola?

 ByAngel213: Tidak, aku jaga di base kedua. Aku harus pergi. Ada PR yang harus kukerjakan sebelum orang tuaku pulang. Dah!

 GoTo123: Sampai ketemu lagi. Dah

 

Sementara itu, GoTo123 mulai melacak menu “keanggotaan” dan mulai mencari profil sebenarnya dari ByAngel213. Ketika ditemukan, dia langsung menandai dan mencetaknya. Dia mengambil pena dan mulai menuliskan apa yang telah diketahuinya tentang ByAngel213.

 Namanya: Shannon (perempuan)

Lahir: 3 Januari 1985

Umur: 13 tahun

Tempat tinggal: Carolina Utara

 Hobi: softball, koor, skating dan pergi ke mall.

 

Selain informasi ini, dia tahu Shannon tinggal di Canton karena baru saja memberitahu. Dia tahu Shannon sendirian di rumah sampai jam 06:30 sore sampai kedua orang tuanya pulang kerja. Dia tahu Shannon bermain softball tiap hari Kamis sore dalam team sekolah yang bernama Canton Cats. Nomer favoritnya 7, seperti yang tercetak di kaosnya. Dia tahu Shannon kelas delapan (satu SMP) di SMP Canton . Semua informasi itu dia peroleh dari Shannon waktu mereka online. Dia sekarang sudah memperoleh informasi yang cukup untuk bisa menemukan Shannon .

 * * * * *

 Shannon tidak bercerita pada orang tuanya mengenai kejadian dalam perjalanan pulang dari lapangan taman kemarin. Dia tidak ingin orang tuanya ribut dan melarang dia jalan kaki saat pulang dari bermain softball. Orang tuanya selalu berlebihan dan berpikir yang buruk. Itu membuatnya berharap seandainya dia bukan anak tunggal. Mungkin jika dia punya saudara laki-laki atau perempuan, orang tuanya tidak menjadi over protektif lagi.

 Pada hari Kamis, Shannon sudah lupa dengan langkah kaki yang mengikutinya.

 Permainan softballnya sangat asyik, sampai tiba-tiba dia merasa ada seseorang yag memperhatikannya. Saat itu ingatannya muncul kemb ali . Dia melirik dari posisinya berdiri di base kedua, ada seorang laki-laki sedang mengamatinya dengan seksama.

 Laki-laki itu bersandar di pagar di belakang base pertama dan dia tersenyum saat melihatnya. Dia tidak terlihat menakutkan dan Shannon langsung membuang perasaan ketakutan yang dirasakan.

 Setelah permainan selesai, Shannon duduk di bangku sambil berbicara dengan pelatih. Dia memperhatikan laki-laki itu tersenyum lagi saat dia melewatinya. Dia mengangguk dan Shannon membalas tersenyum. Laki-laki itu melihat nama Shannon tercetak di belakang kaosnya seragamnya. Dia tahu sudah menemukan semua identitas Shannon .

 Diam-diam, dia berjalan menjauh dalam jarak yang aman. Rumah Shannon hanya beberapa blok dari lapangan itu, dan begitu dia melihat tempat tinggalnya, laki-laki itu segera kemb ali ke tempat parkir dan mengambil mobilnya.

 Sekarang dia menunggu. Dia memutuskan untuk makan sedikit sebelum pergi ke rumah Shannon . Dia mengendarai mobil ke sebuah restoran cepat saji dan duduk di sana menunggu waktu untuk bergerak.

 * * * * *

 Shannon sedang berada di kamarnya saat dia mendengar suara panggilan dari ruang tamu.

 ” Shannon , cepat kemari,” panggil ayahnya. Suaranya kedengaran marah tapi dia tidak tahu mengapa. Dia berjalan menuju ruang tamu dan melihat laki-laki yang yang ditemui di taman sedang duduk di sofa.

 ”Duduk,” ayahnya memulai pembicaraan, “Bapak ini baru saja bercerita banyak hal yang menarik tentang kamu.”

 Shannon terhenyak ke belakang. Bagaimana mungkin laki-laki itu bisa bercerita segala macam pada orang tuanya? Dia tidak pernah bertemu dengannya sebelum hari ini !

 ”Kamu tahu saya siapa, Shannon ?” laki-laki itu bertanya.

“Tidak,” jawab Shannon

 ”Saya adalah perwira polisi dan teman online-mu, GoTo123.”

 Shannon terkejut luar biasa, “Itu tidak mungkin! GoTo123 adalah anak seumuranku. Umurnya 14 tahun. Dan dia tinggal di Michigan !”

 Laki-laki itu tersenyum, “Saya memang sudah menceritakan semuanya, tapi itu tidak benar. Kamu lihat Shannon , ada orang-orang di online yang berpura-pura menjadi seorang anak; dan saya salah satunya. Tapi saat yang lain melakukan itu untuk menyakiti dan berbuat jahat pada anak-anak, saya termasuk kelompok dari orang tua yang melakukannya untuk melindungi anak-anak dari orang jahat. Saya datang kemari untuk bertemu denganmu dan mengajarimu bahayanya berkomunikasi dengan orang yang tidak kamu kenal secara online. Kamu telah menceritakan semua hal yang cukup untuk saya pakai untuk menemukan kamu. Kamu menyebutkan nama sekolahmu, nama team softballmu dan posisi dimana kamu bermain. Bahkan kamu menyebutkan nomer kaos seragammu yang membuat saya menemukanmu dengan mudah.”

 Sekali lagi Shannon tertegun, “Bukankan anda tinggal di Michigan ?”

 Laki-laki itu tertawa. “Tidak, saya tinggal di Releigh, dekat sini. Itu saya buat supaya kamu merasa aman karena berpikir bahwa saya tinggal di tempat yang jauh, bukan?”

 Shannon mengangguk.

 ”Saya punya seorang teman yang memiliki anak perempuan seperti kamu. Hany a dia tidak beruntung. Laki-laki yang menemukannya membunuhnya saat dia sendirian di rumah. Anak-anak diajarkan untuk tidak mengatakan pada siapa pun bahwa mereka sedang sendirian di rumah, dimana sepanjang waktu itu mereka gunakan untuk online. Orang jahat akan menjebak k ali an untuk memberikan informasi sedikit tentang ini dan tentang itu saat online. Sebelum kamu mengetahuinya, kamu telah mengatakan banyak hal sehingga mereka mudah menemukanmu bahkan sebelum kamu menyadari telah melakukannya. Saya harap kamu belajar dari kejadian ini dan tidak mengulanginya lagi. Beritahu teman-temanmu juga supaya mereka bisa aman.”

 ”Saya berjanji!”

 Malam itu Shannon, ayah dan ibunya mengucapkan terima kasih pada Tuhan karena sudah melindungi Shannon dari kejadian yang bisa menjadi peristiwa tragis.

****sekarang* ***

Kirimkan pesan ini bahkan pada orang-orang yang belum punya anak supaya mereka bisa mengirimkannya ke teman-temannya yang memiliki anak, saudara perempuan atau cucu.

 dari milis Kristo, 10-08-09

Post

Ajari aku Tuhan

In Kertas Iman on 6 Agustus 2009 oleh nurHartato

Tuhan,
Ajari aku berjalan dalam kehendakMu,
Ajari aku melangkah dalam pimpinanMu,
Ajari aku menjalani hari-hari bersama denganMu,

Tuhan… Aku tak tahu jalan ini, bila mana aku berjalan,
di sekelilingku penuh dengan kegelapan, ku perlu
pimpinan tanganMu, untuk ku bisa melangkah dan
berjalan dan tahu arah tujuan yang pasti.

Tuhan… aku sering terjatuh kerana batu-batu yang tak
ku lihat kerana kegelapan ini, sakitnya luka itu Tuhan…
namun tanganMu menarik ku lalu membersihkan
lukaku serta membalutnya.

Tuhan… aku sudah tidak kuat lagi, aku tidak bisa melihat
di dalam kegelapan ini.

Betapa banyaknya luka-luka mengarungi perjalanan ini,
bekas luka-luka yang lama berdarah kembali karena
kerikil-kerikil yang tajam ini. Aku tersungkur…. tanpa
ku sadari air mata membasahi kedua belah pipiku…
Ku coba bangkit dan melangkah namun aku tidak mampu…

Tuhan… masih jauhkah perjalanan hidup ini? Aku sudah
tidak kuat lagi Tuhan.

Tuhan….. aku berteriak bersama dengan tangisanku.

Tiba-tiba…. Ku dengar suara lembut dan sayu
berbisik di dalam hatiku….
“inilah sebuah perjalanan hidup, terkadang engkau
akan jatuh dan bangkit, jatuh dan bangkit dan jatuh
lagi sehingga luka-luka lama mu akan berdarah kembali….
Lihat, meskipun di sekelilingmu penuh dengan
kegelapan namun kamu tidak tahu sebenarnya
di hadapanmu itu ada terang yang menanti,
Aku membawamu ke tempat yang gelap ini dengan
maksud dan tujuan tertentu.”

“Maksud dan tujuan ?”…. Aku coba mengulanginya.

Lalu suara itu melanjutkan,
“ya sebuah maksud dan tujuan yang terbaik bagimu..
Dan masa depanmu. Kamu tidak bisa berjalan
dalam kegelapan ini tanpa uluran tanganKu, lihat kerikil
yang tajam itu Aku telah arungi di Golgota bersama
dengan beban yang berat dan Aku telah menang …. “

“Tiada seorangpun yang sanggup mengulurkan tangan
ketika Aku jatuh dan berdarah”, kataNya dengan lembut…..

“Perhatikanlah ketika kau jatuh, Aku ada bersama
denganmu, tanganKu senantiasa terulur untuk membantu
dan menopangmu, sebenarnya…. kerikil tajam itu
membuat engkau lebih bersandar lagi kepadaKu
dan menggengam erat tanganKu, bahwa kau
sebenarnya tidak bisa berjalan dengan kekuatanmu
sendiri…. Aku adalah Tuhan yang tidak pernah
melakukan kesilapan dan kesalahan dalam hidupmu.
Aku senantiasa memberi yang terbaik dan bukan
kedua terbaik bagimu. Meski jalan di depanmu adalah
suram dan gelap yang kau sangat tidak senangi,
tapi yakinlah bahwa…..
Aku akan menggendongmu terus sampai selamanya,
dari rahim ibumu Aku telah memilihmu… Dan sampai
putih rambutmu pun Aku adalah Tuhan yang akan
tetap menjagamu melindungimu bahkan sampai
selama-lamanya.”

“Tuhan…” aku coba bersuara… tetapi suara itu
melanjutkan lagi, “ketahuilah dalam kelemahan dan
air matamu kuasaKu menjadi sempurna atasmu.”

Aku menangis mendengarnya aku tak
sanggup mengungkapkan perasaanku hanya air
mataku menetes yang memberi jawaban atas semuanya.

Teman…. bila semua itu berlaku pada dirimu,
itu akan membuatkanmu untuk bersandar penuh
kepada-Nya karena sebenarnya diluar Tuhan, kita tidak
bisa berbuat apa-apa.

dari milis kristoforus :Francisca Pranoto

Post

<?+%#K*%

In Uncategorized on 24 Juli 2009 oleh nurHartato

<^&%??(*))

Post

Pembangunan Gereja Baru St. Polikarpus-Grogol, Jakarta Barat

In Uncategorized on 22 Juni 2009 oleh nurHartato

Umat Paroki St. Kristoforus Jelambar – Jakarta Barat, pantas berterima kasih kepada segenap warga sekitar Stasi St. Polikarpus Grogol atas dukungannya sehingga gedung Gereja Stasi St. Polikarpus mendapatkan Surat IMB dari Pemda DKI belum lama ini. Sebenarnya, usaha untuk mendapatkan izin itu sudah dimulai sejak tahun 2003.  Barulah diawal tahun 2009 ini, izin itu dikeluarkan berkat keterlibatan semua pihak.  Sebagai tanggapan, panitia pembangunan gereja baru itu segera menggulirkan berbagai program kongkrit yang melibatkan semua umat. Menurut rencana panitia, pembangunan gedung Gereja St. Polikarpus sudah harus diselesaikan pada Desember 2010.

Menilik perizinan pembangunan gedung gereja itu, pikiran saya teringat dengan kutipan dari 1 Raja-Raja 8:18-20 tentang pembangunan Bait Allah. Dikatakan Tuhan kepada Daud, “Engkau bermaksud mendirikan rumah untuk nama-Ku dan maksudmu itu memanglah baik; hanya bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah itu, melainkan anak kandungmu yang akan lahir kelak, dialah yang akan mendirikan rumah itu untuk nama-Ku.’

Bagi saya pribadi, teks ini memiliki dua pesan. Pertama, kita kadang-kadang ingin mengungkapkan rasa syukur kita dengan memberikan sumbangan untuk membangun rumah ibadat, tetapi saat dan waktunya belum tiba.  Kini, saatnya di mana rasa syukur kita itu dapat diwujudkan dengan pembangunan gedung Gereja St. Polikarpus ini.  Kedua, rumah ibadat itu dibangun dalam bingkai historis tertentu (hubungan kekeluargaan). Oleh karena itu, pembangunan gedung Gereja St. Polikarpus bukan hanya menjadi tanggung jawab umat Paroki St. Kristoforus, tetapi tanggung jawab semua umat Katolik, secara khusus umat Katolik yang mempunyai ikatan historis tertentu dengan Gereja St. Kristoforus seperti Gereja BHK Kemakmuran, Gereka Damai Kristus Kampung Duri, Gereja St. Andreas Kedoya, dan Gereja-gereja tetangga yang menjadi cikal bakal berdirinya maupun pengembangan Gereja St. Kristoforus.

Di lain pihak, saya pun terkesan dengan surat Rasul Paulus kepada umat di Korintus tentang makna pembangunan gedung gereja, “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?  Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu” (1 Kor 3:16-17)

Benar bahwa tempat ibadat atau bait Allah bukan berarti tempat atau gedung saja, melainkan terutama dan pertama-tama adalah diri kita sendiri yang telah dipermandikan dalam nama Yesus.  Jika “Roh Allah diam di dalam diri kita” sehingga kita menjadi bait Allah – tempat mana Allah bersemayam melalui  Roh Kudus-Nya.  Maka, saya yakin bahwa dukungan dan bantuan semua umat beriman di mana saja terhadap pembangunan fisik gedung gereja baru ini adalah ungkapan kesadaran bahwa kita semua adalah saudara seiman dalam nama Yesus, sang Juru Selamat kita.

Adalah sangat diharapkan, jika setiap umat di mana pun, terutama para donatur, umat se-Keuskupan Agung Jakarta, tergerak hati untuk ikut memberi andil dalam membangun kehidupan umat Stasi St. Polikarpus Grogol – Jakarta Barat ini, kami sediakan nomor rekening atas nama : Yohanes Purwanto or Harris Gunario, BCA Cabang Tomang-Jakarta, 458 0306867.  Apapun bentuk sumbangannya dari Anda, kami senantiasa menyambut dengan senang hati.  Tuhan memberkati dan membalas segala kebaikan yang Anda berikan.

Adharta OngkosaputraPanitia Pembangunan Gereja St. Polikarpus Grogol – Jakarta Barat

Sumber : HATI BARU NO. 04 , TAHUN XII, APRIL 2009

Comments Off

Post

Mencari Kebahagiaan Hidup

In Kertas Hati on 5 Juni 2009 oleh nurHartato

Dalam mencari Kebahagiaan Hidup, dalam esensi kearifan lokal khususnya jawa, wong urip iku kudu ngerti  :

Sopo sing paring urip…

Sopo sing ngurip-urip…

Sopo sing nguripi…

lan…. opo sambekalaning urip…

“Sing paring urip” , yang memberi hidup itu Gusti Allah, menurut agama dan kepercayaan masing-masing, karena itu kita harus tahu bagaimana berterima kasih (bersyukur) kepada-Nya.

“sing nguripi urip”, yang merawat hidup adalah orang tua, karenanya itu anak harus berbakti kepada orangtua.

“sing nguripi urip”, yang menghidupi hidup kita adalah bumi, bisa berarti tempat (lingkungan tinggal/kerja) kita hidup, dengan siapa kita hidup, karena itu kita harus ingat kepada alam beserta isinya dan sesama kita.

lalu apakah “sambekalaning irup”, hambatan-hambatan hidup, apapun yang membuat kita celaka (bisa dibaca serakah)  yaitu : 3 ta yang dianggap sebagai pencapaian kebahagiaan.

Orang hidup bisa merasa bahagia hanya kalau tahu, bagaimana berterima kasih, mensyukuri apa yang dimiliki….  dan selalu berpegang  3 pegangan hidup . yaitu “ngrumongso handarbeni, wajib angrungkebi, lan mulat sariroangrosowani” (merasa memiliki, harus bertanggungjawab dan berkehendak/bertindak melestarikan)

sepenggal catatan buat saya sendiri, yang disarikan dari tulisan Harian KOMPAS tanggal 4 Juni 2009 artikel SOSOK oleh Maria Hartiningsih dan Gesit Aryanto.

 

Comments Off