Arsip untuk Agustus 11th, 2008

Post

Doa Keluarga

In Kertas Iman on 11 Agustus 2008 oleh nurHartato

 

Doa Untuk Anak                          

Puji Syukur 1992, No. 160

Kalau anak hanya satu, kata “mereka” diganti “dia”
Ya Allah yang mahakuasa, Engkau telah menciptakan anak kami menurut gambar dan citra-Mu sendiri. Terima kasih atas martabat luhur yang Kau berikan kepada mereka, dan terima kasih bahwa kami boleh menjadi alat-Mu untuk mengasuh mereka kepada kebijaksanaan-Mu. Jagalah mereka agar semakin menyerupai Yesus, yang semakin besar semakin bertambah pula hikmat-Nya, semakin berkenan pada-Mu dan pada sesama. Tuntunlah mereka agar tetap setia pada panggilannya selaku orang Kisten; bantulah mereka menekuni tugas mereka dengan penuh semangat dan tanggung jawab; lindungilah mereka dari segala marabahaya. Terangilah mereka dalam memilih jalan hidup yang selaras dengan kehendak-Mu. Semoga mereka setia kepada jalan hidup yang telah mereka pilih, dan dapat menjadikan panggilannya sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat, kepada jemaat, dan kepada-Mu sendiri. Bila mereka mengalami kesulitan, sudilah Engkau selalu mandampingi, jangan sampai mereka lemah semangat apa lagi putus asa.
Kami mohon berkat-Mu bagi anak-anak yang terpaksa berpisah dari orangtua, lalu mengikuti orangtua asuh; semoga dalam keluarga baru ini pun mereka mendapatkan kasih yang mereka perlukan. Kami berdoa pula bagi anak-anak yang karena berbagai sebab tidak memperoleh bimbingan selayaknya. Peliharalah mereka, dan bantulah kami agar dapat turut serta mendampingi mereka menyiapkan masa depan.
Terlebih lagi kami berdoa bagi anak-anak yang terlantar dan gagal. Sudilah Engkau membangkitkan kasih dalam setiap orang untuk membantu mereka membina masa depan yang penuh harapan.
Permohonan ini kami serahkan kepada kebijaksanaan-Mu, Bapa, sebab Engkaulah Bapa sekalian anak, demi Kristus, Tuhan kami. Amin
 

 

Doa Untuk Orang Tua
Puji syukur 1992, No. 161

Ya Allah, Bapa yang penuh kasih sayang, kami bersyukur kepada-Mu atas orangtua kami. Lewat mereka Engkau telah menciptakan kami. Melalui kasih sayang mereka, Engkau menyayangi kami. Mereka mendidik, mendampingi, dan menuntun kami. Mereka membesarkan kami dan menjadi sahabat kami.
Berkatilah mereka senantiasa. Berilah mereka kesabaran. Terangilah akal budi mereka supaya mereka selalu bertindak bijaksana. Berilah mereka kesehatan agar tetap mampu menjalankan tugas mereka sebagai pembina keluarga. Berilah rezeki secukupnya untuk kami semua; dan hindarkanlah orangtua kami dari marabahaya. Sempurnakanlah kasih mereka satu sama lain, sehingga mereka dapat menjaga kelestarian perkawinan, dan tetap setia pada janji perkawinan mereka.
Semoga mereka dapat menjalankan tugas dengan baik bagi gereja, masyarakat, dan keluarga. Buatlah keluarga kami menjadi Gereja kecil yang selalu mengasihi-Mu dan mengasihi Yesus, Putra-Mu.
Kami mohon pula berkat-Mu untuk semua orangtua, yang dengan rela dan penuh tanggung jawab telah menjalankan tugas selaku orangtua atas anak-anak mereka. Semoga pengorabnan mereka tidak sia-sia. Bila mereka menghadapi kesulitan dan tantangan, sudilah Engkau menunjukan jalan keluar yang diperlukan. Jangan biarkan mereka merana karena kegetiran hidup.
Kami berdoa pula bagi para orangtua yang sering dilupakan oleh anak-anak mereka. Sudilah Engkau menghibur dan menguatkan hati mereka. Teristimewa kami berdoa bagi para orangtua yang merasa gagal dalam membangun keluarga dan mendidik anak-anak. Semoga kepedihan ini tidak membuat mereka putus asa, tetapi semakin menyadarkan mereka untuk senantiasa bersandar pada-Mu.
Bapa, semua permohonan ini kami unjukan kepada-Mu demi Yesus Kristus Putra-Mu, yang menjadi teladan kami dalam menghormati dan mengasihi orangtua. Dialah pengantara kami untuk selama-lamanya. Amin

 

 
Doa Untuk Keluarga
Puji Syukur 1992, No. 162

Ya Allh, Bapa sekalian insan, Engkau menciptakan manusia dan menghimpun mereka menjadi satu keluarga, yakni keluarga-Mu sendiri. Engkau pun telah memberi kami keluarga teladan, yakni keluarga kudus Nazaret, yang anggota-anggotanya sangat takwa kepada-Mu dan penuh kasih satu sama lain. Terima kasih, Bapa, atas teladan yang indah ini.
Semoga keluarga kami selalu Kau dorong untuk meneladan keluarga kudus Nazaret. Semoga keluarga kami tumbuh menjadi keluarga Kristen yang sejati yang dibangun atas dasar iman dan kasih: kasih akan Dikau dan kasih antar semua anggota keluarga.Ajarlah kami hidup menurut Injil, yaitu rukun, ramah, bijaksana, sederhana, saling menyayangi, saling menghormati, dan saling membantu dengan ikhlas hati. Hindarkanlah keluarga kami dari marabahaya dan malapetaka; sertailah kami dalam suka dan duka; tabahkanlah kami bila kami sekeluarga menghadapi masalah-masalah. Bantulah kami agar tetap bersatu padu dan sehati sejiwa; hindarkan kami dari perpecahan dan percekcokan.
Jadikanlah keluarga kami ibarat batu yang hidup untuk membangun jemaat-Mu menjadi Tubuh Kristus yang rukun dan bersatu padu.Berilah kepada keluarga kami rezeki yang cukup. Semoga kami sekeluarga selalu berusaha hidup lebih baik di tengah-tengah jemaat dan masyarakat.
Jadikanlah keluarga kami garam dan terang dalam masyarakat. Semoga keluarga kami selalu setia mengamalkan peran ini kendati harus menghadapi aneka tantangan.
Ya Bapa, kami berdoa pula untuk keluarga yang sedang dilanda kesulitan. Dampingilah mereka agar jangan patah semangat. Terlebih kami sangat perihatin untuk keluarga-keluarga yang berantakan. Jangan biarkan mereka ini hancur. Sebaliknya berilah kekuatan kepada para anggotanya untuk membangun kembali keutuhan keluarga.
Semua ini kami mohon kepada-Mu, Bapa keluarga umat manusia, dengan pengataraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin
 

 

Doa Untuk Anggota Keluarga yang Sakit
Puji Syukur 1992, No. 168

Bapa yang maha pengasih, kami sekeluarga sangat perihatin, karena anggota keluarga kami …….. sedang sakit.

Dalam keperihatinan ini kami ingat akan Yesus Kristus, yang Kauberi kuasa menyembuhkan orang-orang sakit. Percaya akan kuasa-Mu, kami serahkan saudara kami yang sakit ini kepada kebijaksanaan-Mu. Dengan penuh iman dan harapan kami mohon: Kuatkanlah dia dalam deritanya, dampingilah dan hiburlah dia dalam kesunyian dan kesepiannya, dan teguhkanlah dia dalam iman dan harapan. Sudilah Engkau menyembuhkan dia dari penyakit yang dideritanya.
Semoga dalam menanggung sakit ini ia ingat akan Yesus yang menderita sangat hebat demi keselamatan semua orang.Bantulah ia menyatukan sakitnya dengan penderitaan Yesus sendiri, supaya akhirnya ia pun boleh bersatu dengan Yesus yang bangkit dan mulia. Terangilah dia agar mampu memetik hikmat dari pengalaman sakitnya ini. Semoga ia semakin memahami makna kehidupan, bahkan dapat melihat sakitnya sebagai karunia yang mendatangkan aneka karunia.
Kami berdoa juga bagi mereka yang sakitnya tak tersembuhkan. Semoga dengan hati terbuka mereka menerima kebijaksanaa-Mu.
Bagi kami sendiri, semoga peristiwa ini semakin menyadarkan kami akan tanggung jawab kami terhadap mereka yang sakit. Semoga karena berkat-Mu kami selalu berusaha melayani mereka dengan senang hati. Sebab kami sadar bahwa apa pun yang kami perbuat bagi mereka, itu kami perbuat bagi Yesus Kristus sendiri, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin

Comments Off

Post

Mencari JEJAK HIDUP

In kertas Keluarga on 11 Agustus 2008 oleh nurHartato Ditandai:

Time can pass slowly, things always change
Your day’s been numbered and I’ve read your last page
You was just a temporary lover honey you ain’t the first
Lots of others came before you woman
Said but you been the worst…
(You Ain’t the First : Guns N’ Roses, Use Your Illusion I, 1991)

Waktu memang terus berjalan, tanpa kita menyadarinya,
meski kadang terasa melambat membuat semua hal terasa sama, tetapi angka-angka di almanak tak akan mungkin dapat dibohongi, apalagi KTP di dompet lusuh, semakin lama semakin usang saja, 
dan entah sudah berapa juta kali kita berusaha menarik dalam-dalam nafas kita supaya udara bisa merasuki paru paru yang sesak berbagai macam polusi.

: kita merasa semakin TUA.
dan senja, pasti datang, cepat atau lambat.

Melatar belakangi hal tersebut, saya bertanya, apa yang akan menjadi jejak saya yang pernah hidup di dunia ini ? Kalau kita menjadi orang terkenal atau jadi Presiden (contohnya), mungkin akan ada banyak jejak dimana-mana, dan beberapa puluh tahun akan terus diingat meski hanya di celoteh anak-anak membaca buku pelajaran ips di sekolah dasar.

Mencari JEJAK HIDUP dengan kata lain  mencari SILSILAH KELUARGA (biasanya “keberadaan” kita didunia tidak bisa di pisahkan dengan asal usul keluarga), yang paling mudah adalah membuat/mencatat sejarah asal usul keluarga kita.

“Tahukah anda siapa bapak dari kakek buyut anda? Siapa saja saudara sekandung atau saudara tirinya? Kapan mereka lahir dan meninggal? Kapan mereka menikah? Berapa istri dan anaknya? Siapa saja mereka?”

Di keluarga saya sendiri (trah ayah saya :Agustinus Noerwidayat), hampir seperti “kepaten obor” tak banyak tahu siapa saudara saya terutama yang sudah lain ayah/ibu.
Banyak kendala untuk saling berhubungan meskipun hanya lewat telephone/hp, “kesibukan bekerja” lagi-lagi menjadi alasan yang klasik.

Ini juga, yang menjadi masalah adalah budaya saya dan mungkin anda juga di keluarga kita—tidak suka mencatat—yang tidak biasa memberikan nama keluarga pada nama anak-anaknya. Hal ini terasa ketika ingin membuat membuat catatan silsilah keluarga dan dikelelompokkan sesuai nama keluarga dan tentu saja pengelompokan seperti ini menjadi aneh karena di keluarga, tidak ada satu pun anggota yang memiliki nama belakang yang sama. :)

Satu hal yang menjadi penting adalah, bagaimana kita dapat mengingatkan anak cucu kita mengenai keberadaan kita di dunia ini, satu hal yang sepele, tapi susah membuatnya. 

Atau kita merasa tak perlu diingat oleh siapapun.

(Ditunggu saran dan kritiknya)
posting by : nHartato@yahoo.com

Post

Perjalanan Mimpi

In Kertas Puisi on 11 Agustus 2008 oleh nurHartato Ditandai:

:buat erni
(yang datang membawa bayang bayang)
  
sepotong doa
telah ku siapkan untuk
bekal perjalanan ku malam ini
kemana hasrat mesti kubawa
 
tubuh
dan sukmaku yang letih
terduduk dipersimpangan
antara ragu
antara rindu
 
kutelan separuh doaku
tubuh dan sukmaku bangkit
menawarkan rindu
 
:harus kuselesaikan perjalanan mimpi ini
sebelum pagi jadi
dan matahari menyesatkan langkahku
 
separuh doa kusimpan dalam saku
untuk kuberikan padamu
kalaupun hari cepat jadi pagi
kuharap doa ku tak jadi basi
 
(Agustus 1994)

Post

Merah

In Kertas Puisi on 11 Agustus 2008 oleh nurHartato

merah

mimpiku memburat

di bulan, dan
malam yang ku lewati terasa menjadi
lebih panjang. 

puisi (jan 1994)

 

 

 

 

 

Post

Sampah berkedok barang rongsokan

In Kertas Hati on 11 Agustus 2008 oleh nurHartato

Saya termasuk orang yang senang menyimpan barang-barang lama, dengan alasan “dibuang sayang”, atau “mungkin suatu saat saya akan memerlukannya”, atau “barang ini punya kenangan khusus bagi saya”.
Sehingga jujur, rumah saya penuh dengan barang-barang lama, yang mgkn setengah rusak, bahkan rusak atau tidak terpakai lagi bertahun-tahun.

Terkadang, apabila ada barang yang rusak, saya tidak akan membuangnya, akan tetap saya simpan, dengan niat, akan saya perbaiki….namun nyatanya, tidak pernah saya perbaiki :)
Terkadang, bila membereskan rumah, saya mengumpulkan barang-barang yang tidak diperlukan, dengan dalih, nanti akan saya sortir kembali, apakah benar barang-barang tersebut sudah tidak dapat digunakan sama sekali….namun nyatanya, saya tidak punya cukup waktu untuk membuka kembali kotak / kantong tempat saya menampung sementara barang-barang tersebut.

Lama kelamaan, saya merasakan rumah saya penuh sesak.
Lama kelamaan, saya mulai kesulitan mencari tempat untuk menyimpan barang-barang lain yang masih berguna.
Lama kelamaan, saya merasa barang-barang tua itu menimbulkan masalah.
Tumpukan barang rongsokan mulai mengundang makhluk kecil berwarna hitam berjulukan “mickey mouse”…. :-)
Tentu nya ini bukan makhluk menyenangkan dari Disney World….ini makhluk menyebalkan yang dapat membawa penyakit.

Rasanya, sudah waktunya bagi saya untuk sungguh-sungguh membereskan masalah “rongsokan-sampah” ini di rumah saya.

Hal yang serupa, terjadi di “rumah hati” saya.
Ada banyak hal, banyak kenangan dan banyak orang berseliweran dalam hidup saya…menari-nari dipikiran saya, dan nongkrong di rumah hati saya.
Sebagian masih menjadi present tense bagi saya,
Sebagian present continuous tense,
Namun sebagian lagi sudah menjadi past tense bagi saya.
Setelah menyadarinya, saya menemukan analogi rumah hati saya dan rumah saya..
Analogi hal-hal yang berseliweran dalam hidup saya dan barang-barang rongsokan lama saya.
Tanpa saya sadari, kenangan lama yang buruk, yang mgkn saya harap dapat berubah menjadi baik…masih bertenggeran bertahun-tahun dalam rumah hati saya.
Tanpa saya sadari, orang-orang yang seharusnya menjadi “tokoh sejarah” bagi saya, ternyata masih saya anggap dan perlakukan sebagai “tokoh masa kini”.
Tanpa saya sadari, kenangan lama atau orang-orang yang menjadi “rongsokan” dalam hidup saya, masih tetap saya simpan, dengan harapan bisa saya perbaiki suatu saat….tanpa saya pernah sadari bahwa “rongsokan” tersebut sebenarnya hanyalah “sampah” yang tidak berarti…rongsokan itu sudah tidak dapat diperbaiki sama sekali.
Beberapa “rongsokan” itu bahkan sudah menjadi “sampah” yang menimbulkan masalah bagi saya…
menjadi sumber “penyakit” bagi saya… membuat “luka” bagi saya.
Seperti niat saya membersihkan rumah saya dan menyortir barang-barang saya dari barang-barang tidak berguna, demikian pula yang saya lakukan dengan “rumah hati” saya.

Niat : saatnya bagi saya membuang “sampah” yang semula saya kira barang rongsokan yang masih dapat diperbaiki.
Karena ternyata “sampah” ini sudah menjadi masalah bagi saya…sudah membuat saya sakit.
Menyedihkan ketika harus membuang barang tua yang telah sekian lama berdiam di dalam rumah, meskipun terkadang, kehadirannya pun jarang terasa…namun saya seakan tahu, bahwa barang itu ada disana, pada tempatnya dan bersama saya bertahun-tahun.

So… 

(deta:Friendster)