nurhartato

Ajari aku Tuhan

Posted by: nurHartato on: 6 Agustus 2009

Tuhan,
Ajari aku berjalan dalam kehendakMu,
Ajari aku melangkah dalam pimpinanMu,
Ajari aku menjalani hari-hari bersama denganMu,

Tuhan… Aku tak tahu jalan ini, bila mana aku berjalan,
di sekelilingku penuh dengan kegelapan, ku perlu
pimpinan tanganMu, untuk ku bisa melangkah dan
berjalan dan tahu arah tujuan yang pasti.

Tuhan… aku sering terjatuh kerana batu-batu yang tak
ku lihat kerana kegelapan ini, sakitnya luka itu Tuhan…
namun tanganMu menarik ku lalu membersihkan
lukaku serta membalutnya.

Tuhan… aku sudah tidak kuat lagi, aku tidak bisa melihat
di dalam kegelapan ini.

Betapa banyaknya luka-luka mengarungi perjalanan ini,
bekas luka-luka yang lama berdarah kembali karena
kerikil-kerikil yang tajam ini. Aku tersungkur…. tanpa
ku sadari air mata membasahi kedua belah pipiku…
Ku coba bangkit dan melangkah namun aku tidak mampu…

Tuhan… masih jauhkah perjalanan hidup ini? Aku sudah
tidak kuat lagi Tuhan.

Tuhan….. aku berteriak bersama dengan tangisanku.

Tiba-tiba…. Ku dengar suara lembut dan sayu
berbisik di dalam hatiku….
“inilah sebuah perjalanan hidup, terkadang engkau
akan jatuh dan bangkit, jatuh dan bangkit dan jatuh
lagi sehingga luka-luka lama mu akan berdarah kembali….
Lihat, meskipun di sekelilingmu penuh dengan
kegelapan namun kamu tidak tahu sebenarnya
di hadapanmu itu ada terang yang menanti,
Aku membawamu ke tempat yang gelap ini dengan
maksud dan tujuan tertentu.”

“Maksud dan tujuan ?”…. Aku coba mengulanginya.

Lalu suara itu melanjutkan,
“ya sebuah maksud dan tujuan yang terbaik bagimu..
Dan masa depanmu. Kamu tidak bisa berjalan
dalam kegelapan ini tanpa uluran tanganKu, lihat kerikil
yang tajam itu Aku telah arungi di Golgota bersama
dengan beban yang berat dan Aku telah menang …. “

“Tiada seorangpun yang sanggup mengulurkan tangan
ketika Aku jatuh dan berdarah”, kataNya dengan lembut…..

“Perhatikanlah ketika kau jatuh, Aku ada bersama
denganmu, tanganKu senantiasa terulur untuk membantu
dan menopangmu, sebenarnya…. kerikil tajam itu
membuat engkau lebih bersandar lagi kepadaKu
dan menggengam erat tanganKu, bahwa kau
sebenarnya tidak bisa berjalan dengan kekuatanmu
sendiri…. Aku adalah Tuhan yang tidak pernah
melakukan kesilapan dan kesalahan dalam hidupmu.
Aku senantiasa memberi yang terbaik dan bukan
kedua terbaik bagimu. Meski jalan di depanmu adalah
suram dan gelap yang kau sangat tidak senangi,
tapi yakinlah bahwa…..
Aku akan menggendongmu terus sampai selamanya,
dari rahim ibumu Aku telah memilihmu… Dan sampai
putih rambutmu pun Aku adalah Tuhan yang akan
tetap menjagamu melindungimu bahkan sampai
selama-lamanya.”

“Tuhan…” aku coba bersuara… tetapi suara itu
melanjutkan lagi, “ketahuilah dalam kelemahan dan
air matamu kuasaKu menjadi sempurna atasmu.”

Aku menangis mendengarnya aku tak
sanggup mengungkapkan perasaanku hanya air
mataku menetes yang memberi jawaban atas semuanya.

Teman…. bila semua itu berlaku pada dirimu,
itu akan membuatkanmu untuk bersandar penuh
kepada-Nya karena sebenarnya diluar Tuhan, kita tidak
bisa berbuat apa-apa.

dari milis kristoforus :Francisca Pranoto

<?+%#K*%

Posted by: nurHartato on: 24 Juli 2009

<^&%??(*))

Mencari Kebahagiaan Hidup

Posted by: nurHartato on: 5 Juni 2009

Dalam mencari Kebahagiaan Hidup, dalam esensi kearifan lokal khususnya jawa, wong urip iku kudu ngerti  :

Sopo sing paring urip…

Sopo sing ngurip-urip…

Sopo sing nguripi…

lan…. opo sambekalaning urip…

“Sing paring urip” , yang memberi hidup itu Gusti Allah, menurut agama dan kepercayaan masing-masing, karena itu kita harus tahu bagaimana berterima kasih (bersyukur) kepada-Nya.

“sing nguripi urip”, yang merawat hidup adalah orang tua, karenanya itu anak harus berbakti kepada orangtua.

“sing nguripi urip”, yang menghidupi hidup kita adalah bumi, bisa berarti tempat (lingkungan tinggal/kerja) kita hidup, dengan siapa kita hidup, karena itu kita harus ingat kepada alam beserta isinya dan sesama kita.

lalu apakah “sambekalaning irup”, hambatan-hambatan hidup, apapun yang membuat kita celaka (bisa dibaca serakah)  yaitu : 3 ta yang dianggap sebagai pencapaian kebahagiaan.

Orang hidup bisa merasa bahagia hanya kalau tahu, bagaimana berterima kasih, mensyukuri apa yang dimiliki….  dan selalu berpegang  3 pegangan hidup . yaitu “ngrumongso handarbeni, wajib angrungkebi, lan mulat sariroangrosowani” (merasa memiliki, harus bertanggungjawab dan berkehendak/bertindak melestarikan)

sepenggal catatan buat saya sendiri, yang disarikan dari tulisan Harian KOMPAS tanggal 4 Juni 2009 artikel SOSOK oleh Maria Hartiningsih dan Gesit Aryanto.

 

10 Kebiasaan Kecil Pemicu Diabetes

Posted by: nurHartato on: 6 Maret 2009

saya posting email yang masuk ke nhartato@yahoo.com sesuai dengan aslinya.
SEMOGA BERMANFAAT

10 Kebiasaan Kecil Pemicu Diabetes
Makanan dan minuman yang dapat memicu diabetes.

Dalam hidup ini berlaku hukum “tabungan”. Apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu bisa meningkatkan risiko diabetes?

1. Teh manis
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.
Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

2. Gorengan
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.
Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

3. Suka ngemil
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.
Pengganti: Buah potong segar.

4. Kurang tidur.
Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.
Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

5. Malas beraktivitas fisik
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.
Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.
Solusi: Bersepeda ke kantor. wah… klo rumahnya di luar kota gmana ya

6. Sering stres
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.
Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.

7. Kecanduan rokok
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.
Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

8. Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.
Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Takut kulit jadi hitam
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.
Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.

10. Keranjingan soda
Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.
Solusi :P engganti Jus dingin tanpa gula.*

Sumber : Prevention
Semua kembali ke masing2 individu ya mbak… diri kita sendiri dan membiasakan pada anak2 kita.

25 Februari 2009

Posted by: nurHartato on: 25 Februari 2009

Rabu Abu, 25 Februari 2009

Masa PraPaskah, merupakan  masa perenungan dan pertobatan, kita diajak bersama-sama melihat kembali keprihatinan secara umum akan rusaknya lingkungan hidup, situasi ekonomi dan politik yang memuncak menjelang pemilu, dan secara khusus kita diajak menata kembali kehidupan masing-masing individu.

Dengan latar belakang tersebut, tema dari perenungan dan pertobatan adalah,
“MARI BERTANGGUNGJAWAB“.

Mengapa tema ini…? Seseorang berkata “dari pada menggerutu karena listrik padam, mari kita mulai menyalakan lilin”. Inilah sikap bertanggung jawab.

Pada pembahasan yg tentunya diadakan di komunitas basis lingkungan tema ini di bagi menjadi 4 sub tema, bertanggungjawab kepada  : 1.keluarga 2.lingkungan 3.masyarakat luas 4.bangsa dan negara

Untuk bisa tahu (memahami dan menjalankan) “mari bertanggungjawab” hubungannya dengan iman katolik kita, hadiri setiap sesi pendalaman iman di lingkungan tempat anda.

Selamat hari Rabu Abu, selamat mengadakan perenungan dan pertobatan secara pribadi maupun dalam komunitas basis di tempat anda sehingga  kita siap merayakan kebangkitan Tuhan.
Amin

kertaskecil